Panen raya budidaya ikan nila di BUMDesa Toluaes, Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, didorong menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Wakil Bupati Halut, Dr. Kasman Hi. Ahmad, meminta program budidaya ikan nila tidak berhenti pada kegiatan panen, tetapi terus dikembangkan agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

Panen raya Perikanan Modern Sadakah Farm tersebut berlangsung di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Selasa, 1 September 2026.
Pada kesempatan itu, Kasman mengatakan, budidaya ikan nila memiliki prospek besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Namun, menurut dia, ukuran keberhasilan program bukan hanya dilihat dari berapa banyak ikan yang berhasil dipanen.
“Panen raya ini jangan hanya dilihat sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana usaha ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Kasman.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha tersebut.
“Pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, dunia usaha, kelompok pembudidaya dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan usaha budidaya ikan nila dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Kasman juga mendorong peningkatan kapasitas pembudidaya, keberlanjutan produksi, perluasan jaringan usaha hingga pembukaan akses pasar.
Perwakilan PT NHM, Irwan Malaka, mengatakan dukungan perusahaan terhadap budidaya ikan nila diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Saat ini, usaha tersebut telah memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 15 hingga 20 keluarga.
Meski demikian, Irwan menyebut peluang pengembangan usaha masih terbuka luas.
Ia mendorong agar budidaya ikan nila tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi dikembangkan menjadi ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir.
“Mulai dari penyediaan benih, pakan, proses pembesaran hingga pemasaran hasil panen harus dikelola secara terintegrasi,” kata Irwan.
Menurutnya, pola pengelolaan tersebut penting agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan saat panen, tetapi dapat menciptakan peluang usaha sepanjang rantai produksi.
Kepala Desa Soahukum, Remer Hein Sinyiang, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Halut, PT NHM, BUMDes dan masyarakat yang telah mendukung pengembangan budidaya ikan nila.
Ia berharap usaha tersebut terus diperluas sehingga mampu menjadikan Desa Soahukum sebagai desa produktif dan mandiri dengan sumber ekonomi berbasis potensi lokal.
“Budidaya ikan nila ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kao Barat Abihud Jawali menegaskan program ketahanan pangan harus dikelola secara berkelanjutan.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Pengembangannya juga dapat berjalan beriringan dengan sektor pertanian, termasuk melalui program cetak sawah.
Kasman berharap panen raya tersebut menjadi awal dari pengembangan usaha yang lebih besar.
Ia ingin budidaya ikan nila di Soahukum tumbuh menjadi sektor ekonomi produktif yang mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Target akhirnya bukan hanya ikan yang dipanen, tetapi masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkas Kasman.


















